Kerja Karna Pendapatan VS Kerja Karna Kepuasan

12 Februari 2013

Dalam menjalani pekerjaan, terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai seseorang. Tujuan disini kita artikan sebagai sebuah output yang dihasilkan. Sehingga dapat kita rumuskan:
Kerja sebagai suatu input, sedangkan Pendapatan atau Kepuasan sebagai output. Kebanyakan orang bekerja karena menginginkan pendapatan. Hal tersebut lumrah saja karena setiap individu (manusia) membutuhkan konsumsi baik berupa barang maupun jasa. Tetapi mari kita amati dari input kerja tersebut apakah menghasilkan sebuah pendapatan atau kepuasan, atau malah keduanya.
Saat ini PJ sedang melakukan polling terhadap hal itu, sehingga kita dapat mengamati dan menyimpulkan bagaimana suatu pekerjaan berperan dalam kehidupan seseorang.
Kerja karena menginginkan pendapatan biasanya dekat dengan himpitan ekonomi, kebutuhan yang selalu ingin dipenuhi, dan gengsi dari individu bersangkutan. Sedangkan Kerja karena kepuasan biasanya pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan hobi, selera, dan bakat yang terdapat dari individu tersebut.
Bekerja karena menginginkan pendapatan dan meraih kepuasan merupakan hal yang saling menunjang, dimana pekerjaan yang telah diselesaikan terasa lebih puas dan memberikan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Pada umumnya, pekerjaan yang dilakukan karena kepuasan bersifat pekerjaan dalam bidang sosial dimana mereka tidak mengejar pendapatan yang dihasilkan namun kepuasan batin yang terpenuhi. Bagi anda yang bekerja karena pendapatan maka sebaiknya anda tidak memilih bekerja dalam bidang sosial, tetapi anda bisa memilih pekerjaan yang sesuai dengan bakat/hobi yang anda miliki dengan gaji yang sesuai dengan kemampuan anda. Selain itu, bekerja secara jujur adalah poin penting yang harus anda terapkan agar kepuasan yang anda terima bukan hanya sekedar terselesaikannya pekerjaan tersebut namun ketenangan batin setelah menyelesaikan pekerjaan dengan jujur dan baik. Mengapa demikian? Karena, uang dari hasil yang baik akan memberikan efek yang baik pula sewaktu anda menggunakannya.
Pengunjung juga boleh berkomentar tentang pengalaman atau pendapat mengenai hal ini agar wawasan kita dalam bekerja lebih luas.


Info / LowKer Serupa:

2 komentar:

  1. awalnya memang iya pernyataan "kerja karena kepuasan" benar sekali terasa. terlebih jika seseorang berusaha membuktikan diri sendiri. knapa tidak?! toh dunia kerja adalah kompetitor sejati. namun sedemikian bergeser dan bertambahnya pengalaman kerja, pernyataan "kerja karena pendapatan" semakin dirasa karena banyaknya faktor dalam kehidupan. tak dapat dipungkiri, talk dapat dihindari. semangat ^_^ (cepz)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap... tepat sekali!
      begitulah faktanya di lapangan. tetapi kalau menurut lowongers, apakah lowongers setuju bila para abdi negara bekerja karena kepuasan?
      he...
      semangat...semangat...! apapun pekerjaannya semoga diridhoi dan membawa berkah, dan paling terpenting label halalnya.
      (^_^)v

      Hapus